Tani Hub Group

Ritchie Goenawan dan Kisahnya Membangun Citra Diri

Layar laptop tim Life As TaniSquad menunjukkan seorang pria yang sedang duduk di dalam ruangan bertembok abu-abu. Rambutnya tersisir rapi ke belakang, terpoles lengkap dengan gel seperti biasanya. Pakaian yang dikenakannya pun tampak rapi, meskipun sedang bekerja dari rumah. Pemandangan ini tidak asing lagi bagi TaniSquad ketika sedang menemui Ritchie Goenawan, Chief Marketing Officer sekaligus Director of People and Culture TaniHub Group, baik secara virtual maupun langsung.

Sebagai salah satu C-Level TaniHub Group, pekerjaannya mengharuskannya bertemu banyak orang, sehingga “memaksa” Ritchie untuk piawai membawa dirinya di depan publik. Setidaknya, kini kami tahu satu kunci penting yang membawanya ke titik saat ini, yaitu personal branding.

Personal branding acapkali dinilai sebagai suatu hal yang negatif. Kepalsuan, pencitraan, serta sederet framing jelek lainnya dilekatkan kepada istilah ini. Ritchie tak membantah bahwa personal branding merupakan sebuah trik untuk mencapai tujuan tertentu. Berkaca dari pengalaman pribadinya, personal branding justru mengantarkannya kepada kesempatan-kesempatan besar, termasuk kepada perannya sekarang di TaniHub Group.

“Perkenalan pertama” Ritchie dengan personal branding dimulai saat ia menjejakkan kakinya di dunia profesional selepas kuliah. Kala itu, ia memulai karier pertamanya di bidang brand management pada sebuah FMCG multinasional di Singapura. Dari peran yang diembannya saat itu, ia  memanfaatkan momentum untuk mendalami personal branding dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip brand management untuk dirinya sendiri. Dalam mengaplikasikan personal branding, Ritchie menentukan target yang ingin ia capai melalui proses tersebut, serta gaya seperti apa yang ingin dikerahkan untuk mencapai target.

Ketika ditanya mengenai strategi khusus yang dikerahkannya dalam membangun personal branding, ia menjawab tidak ada rumus saklek. Menurutnya, jangan mematok diri dengan mengikuti tren dan menyamakan diri dengan standar orang lain. Seni membangun personal branding, ujarnya, adalah menciptakan gambaran pribadi yang unik. “You have to find your voice, evolve your style, learn from others, and never be pressured by the trends,” jawabnya. Namun, Ritchie tidak memungkiri bahwa dalam prosesnya, ia selalu berusaha untuk menyeimbangkan eksperimen yang dilakukannya dengan melengkapi ilmu personal branding dari beragam resources, baik itu buku maupun pengalaman berinteraksi dengan orang-orang yang pernah kerja bersamanya.

Life As TaniSquad

Di TaniHub Group, Ritchie juga terus mengembangkan personal branding-nya. Meskipun ia memegang peran ganda di Marketing dan People and Culture yang sekilas tidak terlihat bersinggungan, ia melihat ada kaitan erat antara keduanya, khususnya mengenai citra perusahaan. Personal branding yang Ritchie bangun secara tidak langsung berdampak kepada pertumbuhan bisnis TaniHub Group dan para TaniSquad. “Melalui personal branding, aku juga bisa membantu TaniHub Group dalam meng-attract talents yang ada di luar sana.”

Tak dapat dipungkiri, salah satu alasan yang mendorong seseorang untuk mau bergabung dengan sebuah perusahaan ialah orang-orang yang ada di dalamnya. Sebagai bagian dari C-Level, Ritchie bertanggung jawab atas citra dirinya terhadap perusahaan yang kini menaunginya. Menurutnya, bagaimana ia mencitrakan dirinya kepada publik akan memengaruhi keputusan seseorang untuk bergabung atau malah justru sebaliknya.

Namun, personal branding tidak melulu tentang mencitrakan diri ke pihak eksternal perusahaan. Satu hal yang menurut Ritchie kerap kali terlupakan saat membangun personal branding di dunia kerja ialah mencitrakan diri di depan sesama karyawan. Salah satu cara yang ia kerahkan dalam membangun personal branding di depan para TaniSquad ialah mengenali dan memahami masing-masing orang yang bekerja dengannya. “It helps me work better in teams,” tukasnya. Dengan begitu, tujuan perusahaan untuk menciptakan working culture yang solid pun secara perlahan diharapkan bisa tercapai. (COR)

admimin

TinggalkanBalasan

*

Jelajahi lebih banyak

Artikel terbaru

featured-1634011033-b1b3815d3b8c379f2d1d41ce4025a52f
Working Parents: Kisah Kamal dan Karina Seimbangkan Kerja dan Keluarga
featured-1623224043-9bb18aac4cd1e8a0f339bdf9620fd884
Kreatif Selesaikan Masalah: Tika dan Dunia Customer Experience
featured-1635153801-c1d668f74bfc277cdba78b135a57b388
Edwin dan Usahanya Menumbuhkan Rasa Saling Percaya di Tim
featured-1642998416-3b63a91baf1e8f8e878a9307e0c1f99b
Ritchie Goenawan dan Kisahnya Membangun Citra Diri
featured-1637731984-f3f627dabe308921f1f4baf0a1b2555e
Building A Team from Ground Up

ArtikelTerkait

featured-1634011033-b1b3815d3b8c379f2d1d41ce4025a52f
Working Parents: Kisah Kamal dan Karina Seimbangkan Kerja dan Keluarga
Berbicara tentang work-life balance dan dampaknya bagi well-being karyawan...
featured-1623224043-9bb18aac4cd1e8a0f339bdf9620fd884
Kreatif Selesaikan Masalah: Tika dan Dunia Customer Experience
Keberlangsungan sebuah bisnis, disadari atau tidak, susah untuk terlepas...
featured-1635153801-c1d668f74bfc277cdba78b135a57b388
Edwin dan Usahanya Menumbuhkan Rasa Saling Percaya di Tim
“Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.” Ini adalah kutipan dari The...
featured-1642998416-3b63a91baf1e8f8e878a9307e0c1f99b
Ritchie Goenawan dan Kisahnya Membangun Citra Diri
Layar laptop tim Life As TaniSquad menunjukkan seorang pria yang sedang...
featured-1637731984-f3f627dabe308921f1f4baf0a1b2555e
Building A Team from Ground Up
Ketika saya bergabung dengan TaniHub dan TaniFund pada tahun 2017, kami...